Tuhan Kita Hanya Ada Satu

one day someone is going to hug you so tight that all of your broken pieces will stick back together.......... its true

Semoga kamu sadar, Tuhan memelukmu erat dan selalu membuatmu kuat…. dalam kegalauan apapun😉 :))

 

Baru-baru ini saya berkumpul sama keluarga saya merayakan hari besar yang setiap tahun saya rayain. Banyak hal yang jadi bahan pembicaraan dan inspiratif sehingga banyak yang mau saya sampein sebenernya, tapi darimana dulu ya? Haha ;P

Ada terselip pembicaraab mengenai agama. Pembicaraan ini agak sensitive sebenernya. Tapi sebagai generasi penerus bangsa (ceilah) sepertinya pandangan soal agama harus diubah deh ya. Saya gak ngomongin skala Indonesia aja, tapi untuk skala universal.

Pas kumpul keluarga kemarin, teman dari sepupu saya ikut ada di situ. Dia seorang muslim. Kita ngobrol-ngobrol soal film dan lain-lain, ujung-ujungnya menyerempet soal agama juga hehe. Dia bilang Islam itu dibagi jadi dua : Sunni dan Syiah. Cuman itu. Dia menceritakan kenapa ada Sunni dan Syiah. Intinya Islam itu baik dan  disiplin😉

Pembicaraan kami soal agama membuat saya merasa bahwa memang Tuhan itu satu, pemahaman kita yang berbeda. Cara pandang kita yang berbeda. Istilahnya itu, beda prinsip. Padahal agama itu ada, menempel dalam setiap diri manusia, gunanya untuk membuat manusia menjadi seorang yang behakikat baik, gak hilang arah, gak tersesat sama pikiran-pikiran manusia lain, dan berperilaku budi pekerti luhur. Dalam ajaran Budha, seseorang yang melakukan hal-hal yang diperintahkan Tuhan dengan baik dan tidak bercela, maka dia dapat disebut Tuhan.

Nih biar lebih jelasnya. Kamu gak pernah denger kan kalo Tuhannya Kristen yang nyiptain langit dan Bumi, Tuhannya Islam nyiptain makhluk hidup, Tuhannya Budha nyiptain air dan udara, Tuhannya Hindu nyiptain warna? Itulah kenapa memang Tuhan itu satu, cara manusia mengimani Tuhan lah yang berbeda-beda :))

Sebenernya agama itu ada buat apa? Buat kebaikan🙂 buat harmonisasi hati dan pikiran. Kita beragama sehingga kita gak tersesat. Kita beragama sehingga kita mampu menghargai dan mengasihi sesama seperti kita menghargai dan mengasihi diri sendiri dan seperti Tuhan telah mengasihi kita.

Jangan memandang saya seorang atheis dulu. Saya percaya Tuhan kok dan saya beragama🙂 tapi maksud saya adalah jadikanlah agamamu sebagai suatu iman yang personal buat kamu sendiri. Jadikan agama sebagai pelajaran yang gak pernah putus kamu gali, sehingga kamu setidaknya bisa mendekati apa yang Tuhan mau dari kamu dan membuat kamu jadi pribadi yang baik dari hari ke hari.  Buat apa kamu berkoar-koar ngomongin kebaikan agama kamu, apapun itu, tapi kamu secara sadar dan rutin melakukan hal-hal yang dilarang agamamu? Manusia itu gak ada yang luput dari dosa, sekecil apapun itu. Jadi jangan membesar-besarkan sebuah kesalahan kecil temanmu, memangnya kamu gak pernah bikin salah?

Gak ada satupun agama yang ajarannya salah, sebagaimana gak ada satupun agama yang ajarannya paling bener. Semuanya sama, mengajarkan kasih. Asalkan kamu lakukan dengan benar tanpa ada salah tafsir, maka agama akan menjadi ajaran kehidupan paling baik yang pernah kamu pelajari. Kenapa saya bilang agama itu harus dipelajari? Karena banyak dari kita yang masih malas membaca kitab suci agama masing-masing, maunya ambil kesimpulan dari orang yang kita anggap benar, yang paling paham soal agama, tanpa mengkritisinya sama sekali. Padahal kalo dia salah kan kita yang rugi, kita jadi memandang suatu hal dari sudut pandang yang salah. Padahal kalo kita mau gali-gali sendiri, maka kita akan menemukan persamaan-persamaan itu dan gak akan mempermasalahkan lagi perbedaan kecil yang dulu kita anggap besar.

Kata arab yang paling saya sukai adalah Iqra’. Iqra’ berasal dari kata qara’a yang punya banyak arti, bisa membaca, mengalisa, mendalami, merenungkan, menghimpun, menyampaikan, meneliti, dan lain-lain saya gak tau lagi hehe. Iqra’ juga merupakan kata pertama dalam wahyu yang disampaikan Allah kepada Muhammad SAW. Hal ini membuat Muhammad bingung karena dia sendiri adalah seorang buta huruf. Dari situ saya berpikir bahwa maksud dari sebuah firman itu jangan kita tafsirin secara sepihak dan asal-asalan. Dari artikel yang saya baca, iqra’ disebutkan beberapa kali di Al-Quran, dengan maksud supaya umat yang membaca gak hanya sekadar baca tapi juga memahami maksud dari ayat-ayat yang dibaca, dianalisa supaya gak menimbulkan pernafsiran ganda. Menarik ya😉 Tuhan sayang sama kita sehingga kita dikasih buku super supaya kita hidup selalu di jalan yang baik tapi Tuhan tau kalo Dia menciptakan manusia dengan kemampuan yang gak terbatas sehingga walaupun Dia memberi pesan rumit sama kita, Dia tau kita mampu memahami, mengerti, dan menjalani😉 cara Tuhan menghimpun umatNya memang indah😉

Saya berharap kamu semua hidup dalam harmonisasi yang indah, saling berinteraksi tanpa melihat SARA🙂 Lihatlah seseorang secara individual, semua SARA itu memang menempel dan gak bisa diubah sembarangan. Mengenai cinta, biarkanlah cinta datang padamu karena kamu percaya pada kasih, karena kamu percaya cinta datang bukan karena paksaan, karena cinta adalah anugerah, karena cinta adalah alasan kamu hidup dengan senyum😀

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s