Jalan Benar & Jalan Salah

Tentang rokok lagi. Padahal saya bukan perokok. Haha. gakpapa ya?🙂 Ini ada iklan rokok baru dari AMild. Saya suka banget sama iklan AMild yang baru ini, soalnya ada narasi yang bagus di menjelang akhir iklan. Iklan yang saya maksud sebenernya bukan iklan di bawah ini, tapi gabungan dari dua iklan di bawah ini.  Ya, liat dulu deh, siapa tau paham sama maksud saya haha ;;)

 

Pilihan yang salah bisa menuntun kita ke arah yang benar. Pilihan yang benar buka jalan menuju pengalaman. Saat dihadapkan pada pilihan, pilih untuk menjalani.

Itu nilai yang saya tangkep dari iklan AMild yang saya liat tadi malem. Iklan itu baru aja saya liat tadi pas lagi makan sambil nungguin acara lawak yang lagi saya tonton…. baru sekali itu saya liat iklan AMild versi yang begitu. Biasanya yang cuman dua versi kayak video di atas itu. Memang narasi persis nya gak kayak gitu, tapi intinya ya seperti itu deh hehe. Pokoknya harus liat sendiri. Resapin sendiri kata-katanya😀 (lebay)

Manusia seringkali mengkotak-kotakkan keadaan sebagai sesuatu yang benar dan yang salah. Bahkan untuk hal yang gak pasti sekali pun.

Hal-hal yang gak pasti, yang tidak diketahui apakah akan menjamin kebahagiaan, dengan banyaknya argumentasi dan terlalu banyak pendapat sana sini, seorang manusia bisa menjadi takut akan langkah yang akan dia ambil, resiko yang akan ia tempuh, ragu akan kemampuan diri sendiri…. padahal, orang-orang yang berargumentasi atas dia bisa jadi hanyalah orang-orang yang pandai berargumentasi, mereka belum pernah ‘nyemplung’ ke pengalaman itu.

Tapi toh tidak bisa disalahkan juga, karena mereka hanya berargumen. Semua diserahkan pada yang menjalani.

Terkadang gak perlu ada pengaruh dari luar juga sih ya, seseorang bisa ragu dengan langkah mana yang akan dia ambil akibat terlalu banyak berpikir, terlalu banyak bertanya pada diri sendiri ini jalan bener apa gak? enak gak? menguntungkan gak? bikin capek gak? sinyal nya penuh gak? yaaaaa masih banyak lagi….

Padahal, siapa sih yang tau itu jalan yang kita ambil bener apa gak? Karena kan jalan yang bener buat satu orang belum tentu bener buat orang lain yakan? Terlalu sering ngikutin arus, jadinya hal-hal yang ditanya ke diri sendiri juga jadi nya terlalu banyak tapi kurang spesifik, dan gak mendengarkan hati kecil lebih dalam. Akirnya…. merasa salah jalan.

Tapi jangan kawatir. Sesuai yang kamu liat di iklan AMild itu, jalan yang kita tempuh sebaiknya kita syukuri karena di awal kita bisa aja merasa salah tapi kalo kita jalanin, selalu ambil hikmahnya, dan dengan hati yang selalu terbuka dengan pengalaman-pengalaman baru…. insyaAllah akan menuju akhir jalan yang benar, yang indah🙂

Intinya apa? Menjalani. Jalanin aja dulu. Libatin Tuhan. Jadi, kalo kalo kamu “keserempet” buru buru dipegang Tuhan, jadi kamu gak jatoh deh😉

Ngeliat iklan AMild ini bagaikan liat motivasi secara audio-visual hahahaha.

Saya jadi keinget kata-katanya Mahatma Gandhi,

Whatever you do will be insignificant, but it is very important that you do it.

Sama ada lagi nih kata-katanya Ustadz Yusuf Mansur,

@Yusuf_Mansur: Ngeliat salah engga, baik engga, tepat engga, kadang ga keliatan skrng. Keliatannya nanti stlh jln. Pastikan sj kita bersama-Nya.

 

Lihat? Lihat? Yang penting menjalani dan selalu libatin Tuhan. Saya gak ngomongin resiko loh ya, ini cuman ngebahas soal menjalani aja demi mengantisipasi sebuah penyeselan dikemudian hari karena geregetinitas (apan lagii haha….).

 

4 thoughts on “Jalan Benar & Jalan Salah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s