Gajah

I want a GIANT picture of this hanging in my house someday. LOVE elephants ♥

 

Bulan Mei sebentar lagi mempersilahkan bulan Juni untuk hadir. Sebenernya banyak banget kejadian di bulan Mei ini. Alhamdulillah gak ada yang namanya galau galau an. Hahahaha😛

Banyak banget sih tugas, jadi gimana mau mikirin yang lain lain hehe. Ya sebenernya yang lain lain itu bukannya gak pernah terlintas juga di pikiran. Terlintas kok. Cuman udah gak terasa mengusik hati dan pikiran lagi…. semua terasa berjalan mengalir saja. Seperti saat kita udah tau apa yang seharusya kita lakukan sekarang, ya itu yang kita lakukan. Berusaha fokus walaupun ada sedikit salah fokus😀 *ngakak*

Bulan Mei ini bulannya belajar. Aseliiii. Ternyata kuliah baru berasa di semester 4 ini. Apalagi mau peminatan. Semester lalu saya masih galau mau peminatan mana. Tapi semester 4 ini udah gak galau lagi. Saya udah memilih. Tapi giliran saya udah mantep memilih dan mencoba fokus, eh kedengeran kabar kalo dosen favorit saya, yang juga bakal banyak ngajar di peminatan saya nanti, katanya mau vakum ngajar dulu buat lanjutin pendidikannya. Halahh saya jadi bingung. Saya bingung, siapa yang mampu menggantikan posisi dosen saya yang satu ini. Orang nya pinternya bukan main, ngajar nya enak, sederhana, dan gak pernah ngomel-ngomel. Sempet terlintas di pikiran buat pindah peminatan aja. Tapi liat nanti deh ya😉

Bulan Mei ini bulannya gak banyak istirahat. Saya sangat merasakannya. Teman-teman saya juga merasakannya.

Bulan Mei ini juga bulan terkuaknya manusia manusia tulus. Mereka seperti muncul ke permukaan. Permukaan hati saya. Haha. Yang mencoba “main main” sebaiknya cari yang lain.😉

Inget kata tulus, jadi keinget penyanyi bersuara renyah (halahh), Tulus. nih ada penggalan dari lagu Tulus, Gajah :

Kecil kita tak tahu apa-apa
Wajar bila terlalu cepat marah
Kecil kita tak tahu apa-apa
Yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik

 

Ada lagi bait bait yang saya buat. Gajahnya terinspirasi dari lagu Gajah nya Tulus :

Gajah berjalan lurus

Berjalan dengan lesu

Gajah tak mampu lagi mempercayai siapapun

Gajah merasa kecewa

 

Saat bunglon membuatnya kecewa

Gajah hanya mampu terdiam

Memakai segala akal sehatnya

Mencoba memahami bunglon

 

Saat bunglon membuatnya kecewa

Gajah hanya mampu terdiam

Memakai segala akal sehatnya

Menahan kata-katanya

Mencoba memahami keadaan

 

Saat bunglon membuatnya kecewa

Gajah tak mampu terdiam

Mencoba memberi pengertian kepada bunglon

Dengan segala akal sehatnya

Merangkai kata-kata

Yang langsung dibantah bunglon

Dengan segala kekamuflaseannya

 

Gajah merenung sedih

Gajah merenung kecewa

Siapa yang harus ia percaya

Siapa yang mampu memahaminya

 

Mengapa bunglon menjadi abu-abu di sisi gajah

Tapi menjadi merah di sisi kepik

 

Gajah paham

Gajah menghela napas

Gajah tersenyum memaksa

Sambil berharap bahwa senyumannya

Nantinya akan menjadi senyuman indah

Gajah berjalan berjalan lurus lagi

Berjalan lurus sendiri

Tanpa bunglon

Yang selalu hinggap di bahunya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s