While

 

Pengembara, mengembara

berjalan jauh melihat dunia

semakin jauh ia berjalan

semakin tau ia caranya merasa .

Pengembara, merasa

merasakan apa yang sedang terjadi di depannya

suatu kali ia berkata “Ah, kurang.. harusnya..”

suatu kali lagi ia berkata “Wuih asik.. tapi kebanyakan nih jadi bingung” .

 

Pengembara, lupa

pikirannya seharusnya tertuju pada intinya

akan hal yang ada di hadapannya

namun pikirannya membuyarkannya

menghilangkan kenikmatan yang ada dihadapannya .

 

Pengembara, ingat

bagaimana caranya merasakan dengan tulus

tapi awan awan komentar menyelimutinya

dan bagaimana lagi

ini hidupnya

ini pandangannya

ini bagian dari pengembaraanya .

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s