Upaya & Karunia

Seorang pemuka agama mengingatkan saya tentang maksud dari putusnya hubungan atau relasi manusia dengan Tuhan. Sebelumnya kalo kamu bertanya…. Apa sih relasi dengan Tuhan itu? Caranya gimana? Tuhan kan ada “di atas” sana?

Ooh kawan, kalo kamu bertanya seperti itu, saya meragukan keimananmu.. haha becanda denggg😛

Jadi gini, kita semua udah tau, cara kita berelasi dan berkomunikasi dengan Tuhan adalah dengan cara berdoa. Kalo ada cara lain, boleh beritau saya? hehe. Dan kita juga tau bahwa Tuhan adalah Maha Segalanya, Ia berada jauh di atas kita sehingga saat berkomunikasi denganNya, kita harus khusyuk dan sopan, tapi Ia juga sekaligus sangat dekat dengan kita.. Ia ada di hati kita.

Keadaan hidup kita bisa jadi menentukan cara kita berelasi dengan Tuhan. Sadarkah kamu, saat kamu sedang sangat membutuhkan sesuatu atau kamu memohon sesuatu, maka doamu akan sangat khusyuk sekali? Kepalamu akan tertunduk lama dan matamu terpejam lama karena keintimanmu pada Tuhan. Suatu bentuk kehormatan sederhana pada Tuhan yang luar biasa — tidak pernah sederhana. Setelah berdoa, kamu berusaha. Tuhan melihat usahamu, dan mengabulkan permohonanmu, ya.. kamu, kamu yang dikasihi oleh Tuhan. Kamu mengucapkan syukur, dan hidupmu lebih baik.. lebih baik lagi.. jauh lebih baik lagi. Lama kelamaan kamu lupa, mungkin karena kesibukanmu. Kamu jadi kurang beribadah, mengurangi porsi komunikasimu dengan Tuhan karena kesibukan duniawimu. Dari awalnya kurang ibadah, sampai akirnya kamu lupa setiap keberhasilanmu adalah karunia Tuhan, bukan hasil upayamu sendiri.

Contoh sederhananya, dulu kalo mau makan pasti berdoa dulu. Berdoanya lengkap dan khusyuk, dengan inti doa yaitu mengucap syukur karena ada makan yang bisa dimakan dan meminta diberi kesehatan lebih setelah makan. Tapi, lambat laun jadi lupa karena merasa sehat terus, jadi doanya berkurang, yang tadinya 3-5 menit, sekarang jadi bahkan gak sampe semenit, sekarang cuman seperti formalitas aja karena kalo makan “katanya” harus berdoa, doanya paling-paling cuman ngasih tau “Tuhan, makasih ya atas makanan ini, aku makan dulu.”

Keadaan hidup lain yang bisa merubah cara berelasi kita dengan Tuhan adalah ketika kita merasa bahwa Tuhan seperti begitu jauh dengan kita, kita merasa seperti ditinggalkan. Manusia boleh berencana, tapi Tuhan yang menentukan. Sudah berdoa khusyuk sekali, meminta petunjuk Tuhan dan meminta restu Tuhan agar usaha yang sedang dilakukan berhasil, tapi doa tersebut tak kunjung dikabulkan hingga akirnya menyerah dan putus asa, menganggap Tuhan tidak mendengarkan. Kita kesal dan akirnya mengurangi komunikasi kita dengan Tuhan karena merasa sia sia saja, padahal Tuhan sedang menyiapkan rencanaNya yang indah yang siap untuk Ia realisasikan dalam hidup kita, diluar dugaan kita dan lebih indah dari rencana kita.

Tuhan bisa mengingatkan kita dengan cara apapun. Memberi kita sakit, memperlihatkan kita tentang pengalaman orang lain sehingga kita jadi sadar dan mulai akrab lagi dengan Tuhan, atau tidak dengan cara apapun. Tidak dengan cara apapun maksudnya, Tuhan tidak memperlihatkan suatu tanda apapun, sehingga apa yang kita lakukan kita anggap sah dan baik baik aja, padahal sebenernya kita sedang tersesat. Terlihat enak padahal sebenernya enggak. Ketauhilah bahwa semua kebanggaan yang kamu miliki dan kamu alami semua itu karunia Tuhan, bukan upaya kamu sendiri, karena sebelum kebanggaan itu terjadi kamu berdoa dulu kan meminta bantuan Tuhan?

Salah satu hal yang paling gak enak di hidup ini adalah saat kita sadar Tuhan meninggalkan kita. Jadi, jangan sampe perasaan itu muncul baru kita sadar dan mulai berkomunikasi dengan baik lagi dengan Tuhan. Mulailah dari sekarang. Tapi saya yakin kamu kamu enggak kayak gitu ya? Pasti semuanya baik baik semua kan komunikasinya dengan Tuhan?🙂 . Berkomunikasilah dengan Tuhan sesering mungkin dengan kekhusyukanmu, ceritakanlah semuanya.. keluh kesahmu, permintaanmu, ucapan syukurmu.. karena kamu tau, cuman Tuhan pendengar paling baik, paling setia, gak bocorin rahasia kamu, bahkan mengabulkan permintaanmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s