Cerita Sebelum Mengabdi

Orang-orang yang tidak menghargaimu memang tidak pantas kamu hargai. Abaikan! mereka tidak menyelamatkan apa yang telah kamu berikan pada mereka, yaitu rasa percayamu bahwa mereka itu orang-orang baik.

Hari ini saya akan melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Tepatnya di Purwakarta. Walaupun berangkat hari ini, tapi saya malah gak tidur. Ya, gak bisa tidur gimana dongg…. KKN di kampus saya diselenggarakan oleh LPM, singkatan dari Lembaga Pengabdian Masyarakat. Jadi, selama masa KKN, saya diharapkan dapat mengabdi untuk masyarakat Purwakarta. Sebenernya saya gak terlalu paham soal abdi mengabdi. Abdi saya terhadap Tuhan aja masih semeraut, hehe. Ya, tapi setidaknya saya dan rombongan angkatan saya yang KKN besok, sebisa mungkin, kami melakukan yang terbaik. Semoga yang terbaik yang bisa kami lakukan dapat dirasakan sebagai sebuah pengabdian (haha, apasih!).

Sudah lama saya gak nulis. Bisa dibayangkan berapa banyak cerita yang terlupakan di otak-yang-sudah-teracuni-mechin ini. Hm.. ada beberapa hal sebenernya yang gak terlupakan sih, tapi saya males banget untuk ungkapinnya. Postingan kali ini saya buat malem ini ditemani secangkir kopi panas dan lagunya Alexa, Andai. Hahahaha.. Saya gak tau kenapa jadi suka sama lagu ini. Saya download beberapa hari yang lalu. Liriknya tentang seseorang yang berandai andai, tapi sambil berandai andai, dia minta waktu untuk mewujudkan sesuatu. Dan dalam andai andainya dia berjanji tentang sesuatu. Hahaahaha, ribet ya? Just act, you know, gentlemen! Udah 2 hari ini lagu yang saya dengerin cuman lagu ini aja, haha. Mungkin karena saya suka berandai andai, seperti misalnya akir akir ini saya berandai andai menjadi sepintar, sewoles dan selucu Albert Einstein. Huuhhh.. sepertinya saya terlalu mengagumi sosok Einstein, sosok yang satu tipe kepribadian sama saya, tapi gak sama pinternya. Jauh gilak! :p . Kalo kopi panas sendiri, alasan saya suka kopi panas adalah karena saya suka minum kopi dalam keadaan hangat banget. You know, kalo kita punya kopi kan gak langsung diminum toh, pasti dibiarin di atas meja dulu. Sedangkan kalo saya punya kopi hangat, nantinya saya akan minum kopi itu dalam keadaan udah dingin. Uuuggg menurut saya kurang enak karena kopi dingin rasa manisnya jadi berlipat ganda. Menurut saya sih, hehe..

Sekitar beberapa minggu yang lalu, pas masih bulan puasa, saya ambil kelas semester pendek lagi. kalo di semester 4 kemarin saya ambil 2 mata kuliah, di semester 6 kemarin saya cuman ambil 1 mata kuliah, Statistika. Itupun mata kuliah ngulang karena cuman statistika yang nilainya kacau balau. Bisa dibilang semester pendek semester 6 gak semenarik semester pendek semester 4. Susananya gak ada yang baru, masuk kelasnya pagi bener, dan dapet dosen yang.. ya begitu. Mengenai dosen statistika saya ini, saya mengagumi semangat belajar beliau dan cara beliau memandang ilmu pengetahuan (bisa dilihat dari cara beliau menjawab pertanyaan mahasiswanya dengan tepat dan antusias, tanpa ada jeda, begitu mahasiswa selesai nanya beliau langsung bisa jawab). Saya akui beliau pintar sekali. Dari sekian banyak kata kata yang keluar dari beliau, ada 1 hal yang saya inget terus. Beliau pernah bilang, minat belajar mahasiswa jaman sekarang menurun karena mahasiswa jaman sekarang tidak menganggap pelajaran sebagai sesuatu yang harus dipelajari, tidak ada ujungnya, tidak tau alasan mengapa mereka harus belajar. Padahal mahasiswa jaman dulu, setiap belajar mereka akan belajar dengan antusias, punya sifat kompetisi, dan tujuan akirnya adalah pulang ke rumah laporan sama mamah papah bahwa mereka bisa mengerjakan semua soal UTS dan UAS dengan baik dan hasilnya A. Yup, itu yang beliau katakan. Menurut saya ada benarnya juga. Dulu waktu saya SD, saya melakukan itu. Dan kebudayaan itu luntur begitu saya SMA. Ah, terkadang kepolosan anak kecil seperti bermain tanpa ada niat jahat, belajar dengan niat mau nunjukin nilai bagus ke mamah papah, dan istirahat sesuai waktunya, sepertinya hal hal itu harus diberlakukan pada masa perkuliahan. Gak hanya untuk saya aja, tapi juga buat kamu kamu yang masih pada masa kuliah kayak saya. Biar gak stress, bo!

Semester 6 benar benar sebuah pelajaran berharga buat saya. Pelajaran dimana saya mengalami beberapa hal; menjadi programmer (saya PKL jadi programmer. I was a goddam silly by the way), menghadapai musuh, kecewa karena teman yang egois, tersiksa dan terhina oleh dosen berperawakan lucu tapi galak (lucu ya!), dan memahami bahwa seorang teman ternyata bisa jadi musuh besar dan bisa menusuk dengan cara menuduh saya, memanfaatkan ketidaktahuan saya untuk membalikkan fakta. Tapi ada saja jalannya sehingga akirnya saya tau perbuatan dia, sangat disayangkan memang dan saya kecewa sekali, benar benar sebuah pribadi yang menyedihkan, padahal yang dulu saya tau dia adalah teman yang baik, tapi akir akir ini dia malah menjadi pembohong (untuk beberapa hal) dan memasukkan karakter peremeh dalam dirinya. Entah kenapa bisa begitu. Karakter manusia “kaget”. Disaat saya kecewa, dia malah menanggapi dengan cara yang tidak saya sukai, benar benar tidak saya sukai! Lalu dia meminta saya untuk tidak berteman dengan orang seperti dia. HAHA, cara dia menyikapi rasa bersalahnya adalah dengan memutuskan tali pertemanan. Memang dia sekarang orang yang seperti apa? Permintaan yang bener bener gak bisa saya mengerti, malah membuat tingkat kekecewaan saya bertambah. Ah, kalo diingat ingat saya hanya bisa menghela napas. Bertahun tahun berteman tapi hanya dibutuhkan 1 hari untuk memutuskan tali pertemanan. Kepercayaan saya terhadap seseorang makin menipis saja. Kalo kata Control, mata mata di film Tinker Tailor Soldier Spy, “Trust no one.”. Mungkin untuk yang beragama harus ditambahin jadi, “Trust no one, but God.”, ya? Lagi, saya jadi teringat perkataan seorang teman. Waktu itu kita naik angkutan umum yang sama, cerita ini itu, bla bla bla.. trus dia bilang, “Akir akir ini gue merasa losing my faith with humanity”. Dari cara dia ngomong, saya bisa lihat sedikit kekecewaan dan sedikit rasa muak di raut mukanya. Entah siapa yang dia maksud, tapi sepertinya di semester 6 kemarin saya juga merasakan apa yang teman saya rasakan. Apakah kamu semua pernah merasakannya?? merasa muak dengan sikap seseorang? Muak karena kamu tau seseorang itu ternyata jahat? Muak karena seseorang itu membencimu tanpa alasan? Muak karena seseorang itu seperti orang yang haus akan eksistensi, minta dihargai, sok tau, sok menyukai trend tapi terlihat sekali maksanya? Muak karena sikapnya manis sekali dan terlihat genit terhadap lawan jenis tapi sama kamu dia dingin sekali seperti es balok yang rasanya mau kamu tusuk pake alat pemegang es balok dan kamu percah pecahkan es balok itu pake palu? Untuk yang satu itu, mungkin dia kira kamu saingannya. Dan terlebih lagi, muak karena setiap hari ketemunya sama seseorang itu, haaa… menurunkan kualitas hidup saja.

Gak terasa sekarang saya sudah memasuki semester 7. Sebentar lagi yang “sesuatu yang tertinggal” akan saya raih.🙂 . Dengan banyak kejadian pait di semester 6, saya jadi semakin merasakan arti sebuah perjuangan dan bagaimana akir kejadian dari menaruh kepercayaan kepada orang yang salah dan menghadapi kesalahpahaman. Untuk kamu kamu semua, saya berharap kamu menjadi pribadi yang mandiri, punya kepercayaan diri dalam mengahadapi masalah dan menjadikan masalah sebagai tantangan yang kamu tau kamu pasti bisa menyelesaikannya karena kamu tau ada Tuhan yang MAHA TAU dan MAHA PENOLONG. Kalau kamu terhianati, tenang saja. Kalem aja. Terkadang diam adalah hal yang baik karena tidak akan ada ending yang baik dari memberika penjelasan kepada orang orang yang telah teracuni oleh alasan seorang pembual, jatohnya malah kamu nanti yang dianggap salah, padahal enggak. Sepertinya sifat sifat seperti saling menjatuhkan teman, memusuhi orang orang yang satu kompetisi atau sifat sifat jahat lainnya dalam kehidupan sosial dan pencapaian tujuan hidup mulai terasa seperti gaya hidup masa kini. Saya berharap kamu semua jangan jadi jahat ya🙂 . Don’t be evil, seperti mottonya Google. Tapi perlu kamu inget, selalu diam juga tidak baik ya, kamu kan juga harus memberi penjelasan untuk beberapa hal, supaya orang gak salah menanggapi kamu.

Mengenai “sesuatu yang tertinggal”, beberapa hari ini saya memikirkan lagi hal itu. Pernahkah kamu memikirkan hal hal yang menurut kamu sudah seharusnya kamu lakukan tapi sampai sekarang belum bisa kamu lakukan? Itu yang saya maksud “sesuatu yang tertinggal”, Sesuatu yang terlambat kamu lakukan tapi dengan ijin Tuhan, kamu tau kamu akan mencapai sesuatu indah pada waktunya (tsaaahhh..)😀 . Balik lagi, saking saya pikirin, sampai sampai saya mengalami hal yang unik kemarin. Kemarin adalah waktunya pengambilan uang saku untuk masa KKN. Yang KKN kan banyak, ada ribuan, jadi yang ngantri mengambil uang juga banyak. Jumlah uangnya yang diterima setiap mahasiswa gak banyak, tapi wajib diambil. Waktu ngantri, saya bertemu dengan beberapa orang yang miriiiippp sekali dengan beberapa teman angkatan pas saya masih sekolah dulu. Yang satu, dari raut muka sampe letak tahi lalat, sama! Saya sampe deg degan liat orang itu. Yang satu, dari potongan rambut sampe sipit sipit matanya, sama! Dan orang orang yang lain, mirip dengan beberapa orang yang saya kenal dulu. Mungkin itu sebagai pengingat buat saya untuk tidak melupakan mereka. Walaupun kamu sudah tidak kontak kontakan dengan orang orang yang kamu kenal dulu, tapi tetap mengingat mereka adalah hal yang baik dan tidak ada ruginya. Lebih baik lagi kalo pada akirnya bisa bertemu lagi, dalam keadaan semua sehat dan mapan. Lebih lebih lagi, kalo ternyata jodoh. Haha…. Seperti dua teman SD saya. Sebenernya yang teman saya adalah yang cowok, yang cewek.. gak akrab. Sebenernya mengingat masa lalu, mereka berdua bahkan menurut saya tidak berteman karena yang cowok adalah teman baik saya, dan saya tau siapa aja temannya. Tapi jodoh siapa yang tau? Ternyata mereka bertemu lagi, dalam keadaan berteman. Sepertinya Tuhan suka kalo mereka bersatu, jadi akirnya, desember lalu ada aja jalan sampe akirnya mereka jadian, sampe sekarang. Manis sekali.🙂

Semua yang tadi saya ceritain adalah beberapa hal yang sebelum memulai pengabdian. Saya berharap ada sesuatu yang baik dan begruna, kalo mamah saya sendiri malah berharap saya bertemu jodoh saya, hahahaha. Sekarang saya mau lanjut packing bawaan KKN dulu, sekalian check list apa aja yang udah dipersiapkan. Grüße zum Erfolg!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s