Nasihat untuk Tangisanmu

Kalau mau menangis, menangislah. Tapi jangan kau gantungkan tangisanmu itu di pundak orang lain. Orang lain tak ada yang mau. Tak pun diriku.

Kau tahu, aku pernah menangis. Saat itu tangisanku teramat deras, seperti ombak yang menghentak. Tapi, toh, tak ada yang mendengar walaupun sudah kuteriakkan. Aku bertanya dalam hati, apalah yang salah dengan mereka yang tak mau menanggapi? Hatiku tak memberi jawaban. Malah tambah runyam.

Sekali lagi aku menangis dan kuteriakkan ke tembok sehingga memantul lagi padaku. Anehnya, aku merasa lega. Tambah kuatku. Sampai-sampai mereka yang waktu itu tak mau menanggapi berkata aku nampak tak punya beban masalah. Sekali lagi, aneh.

Tapi itulah sekiranya yang akan kau rasakan setelah reda tangismu. Kau pilih akhir yang mana?

Tangismu jangan kau pendam. Biarlah semua sesak di dalam diri kau buang semua, jangan jadikan racun.

Aku berdoa, tangismu berubah menjadi keharuan.

Sudah, jangan dipikirkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s